Cek Fakta soal Keamanan Mobil Hybrid Kena Banjir

Cek Fakta soal Keamanan Mobil Hybrid Kena Banjir

Mobil hybrid kena banjir aman atau tidak, ya? Atau bisa bikin kerusakan yang sangat parah?

Banjir menjadi momok bagi para pemilik kendaraan, termasuk mobil hybrid.

Teknologi canggih pada mobil hybrid tidak membuatnya kebal terhadap bahaya air. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap bagi Anda yang ingin mengetahui apakah mobil hybrid kena banjir akan aman atau tidak.

Dengan informasi lengkap dan terpercaya, Anda dapat menjaga mobil hybrid Anda tetap aman di musim hujan.

Batas Aman Mobil Hybrid Kena Banjir

Secara umum, mobil hybrid tidak dirancang untuk menerjang banjir. Sebaiknya hindari menerjang air jika memungkinkan.

Namun, jika terpaksa, perhatikan batas aman ketinggian air:

  1. Setengah Ban (Sekitar 20 cm)

Batas aman untuk mobil hybrid dengan sistem pendinginan standar. Contohnya:

Seperempat Ban (Sekitar 10 cm)

Batas aman untuk mobil hybrid dengan sistem pendinginan khusus. Contohnya:

Perhatikan pula faktor lain:

  • Jenis mobil: Mobil hybrid dengan ground clearance lebih tinggi lebih aman. Contohnya: Toyota C-HR Hybrid dan Suzuki XL7 Hybrid.
  • Intake udara: Posisi intake udara yang tinggi meminimalisir risiko air masuk ke mesin. Contohnya: Nissan Kicks e-Power

Risiko Kerusakan Mobil Hybrid Terkena Banjir

Mobil hybrid yang terendam banjir berisiko mengalami kerusakan pada:

  1. Mesin

Air yang terhisap ke dalam mesin dapat menyebabkan water hammer, merusak piston, setang piston, dan bahkan blok mesin.

Water hammer terjadi ketika air yang tidak dapat dikompresi masuk ke ruang bakar dan menyebabkan tekanan tinggi yang menghantam piston.

Gejala water hammer bisa muncul dengan tanda suara ketukan keras dari mesin, kehilangan tenaga, dan mesin mogok.

Biaya perbaikan water hammer bisa mencapai puluhan juta rupiah.

  1. Baterai

Baterai hybrid bertegangan tinggi dan sensitif terhadap air.

Air dapat masuk ke dalam baterai dan menyebabkan korsleting, kerusakan sel baterai, dan bahkan kebakaran.

Gejala kerusakan baterai biasanya ditandai dengan penurunan performa baterai, indikator baterai error, dan mobil mogok.

Kerusakan baterai dapat mengakibatkan biaya perbaikan yang mahal, bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Baterai hybrid yang terendam air juga berisiko korsleting dan terbakar.

  1. Sistem Kelistrikan

Korsleting pada sistem kelistrikan dapat terjadi akibat air yang masuk ke komponen elektronik, seperti ECU, modul ABS, dan sensor-sensor.

Korsleting dapat menyebabkan kerusakan pada komponen elektronik, kabel, dan bahkan kebakaran.

Gejala korsleting ditandai dengan munculnya tanda lampu mobil berkedip, asap keluar dari dashboard, dan mobil mogok.

Kerusakan sistem kelistrikan dapat menyebabkan biaya perbaikan yang bervariasi tergantung pada tingkat kerusakan.

  1. Komponen Lain

Banjir dapat merusak oli, rem, transmisi, dan bagian interior mobil, seperti karpet, jok, dan panel elektronik.

Oli yang tercampur air dapat menyebabkan kerusakan pada mesin.

Rem yang basah dapat menyebabkan berkurangnya daya pengereman.

Transmisi yang terendam air dapat menyebabkan kerusakan pada komponen internal.

Biaya perbaikan kerusakan komponen lain bisa bervariasi tergantung pada tingkat kerusakan.

Tips Menerjang Banjir dengan Mobil Hybrid

Jika terpaksa menerjang banjir, ikuti tips berikut:

  1. Sebelum Memasuki Area Banjir

  • Matikan mesin untuk mencegah air terhisap ke dalam mesin dan menyebabkan water hammer.
  • Gunakan mode EV (jika tersedia) untuk meminimalisir penggunaan mesin bensin. Mode EV menggunakan baterai sebagai sumber tenaga, sehingga risiko water hammer berkurang.
  • Pastikan ketinggian air tidak melebihi batas aman untuk mobil hybrid.
  • Jika memungkinkan, hindari rute yang terendam banjir.
  1. Saat Menerjang Banjir

  • Jaga kecepatan tetap rendah dan hindari genangan air yang dalam. Kecepatan tinggi dapat menyebabkan gelombang air yang menghantam mobil dan meningkatkan risiko air masuk ke dalam mesin.
  • Hindari menerjang arus air yang deras. Arus air yang deras dapat menyeret mobil dan membahayakan keselamatan.
  • Berkendara dengan hati-hati dan hindari menabrak benda yang dapat merusak mobil.
  1. Setelah Menerjang Banjir

  • Keringkan mobil dengan membuka semua pintu dan jendela. Gunakan kipas angin atau blower untuk mempercepat proses pengeringan.
  • Lepaskan terminal baterai untuk mencegah korsleting. Hal ini penting untuk menghindari kerusakan pada sistem kelistrikan mobil.
  • Jangan coba menyalakan mesin sebelum diperiksa oleh teknisi bengkel resmi. Teknisi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada kerusakan pada komponen penting mobil.
  • Segera hubungi bengkel spesialis mobil hybrid untuk pemeriksaan dan servis menyeluruh. Teknisi akan memeriksa kerusakan pada mesin, baterai, sistem kelistrikan, dan komponen lainnya. Biaya servis mobil hybrid yang terkena banjir bisa bervariasi tergantung pada tingkat kerusakan.

Soal pilihan bengkel spesialis mobil hybrid terpercaya, Anda bisa percayakan pada DOMO Hybrid EV.

Masih bagian dari Dokter Mobil grup, DOMO Hybrid EV berfokus pada penanganan seputar permasalahan mobil hybrid yang memiliki standar mutu ketat melalui penggunaan teknologi canggih dan teknisi yang ahli.

Soal kredibilitasnya pun tak perlu diragukan, karena DOMO Hybrid EV sudah resmi mengantongi sertifikasi ISO sehingga standar kualitas service dan layanannya sudah sangat teruji dan berstandar internasional.

Tertarik untuk coba? Anda bisa langsung hubungi DOMO Hybrid EV via WhatsApp di sini atau langsung kunjungi bengkel DOMO Hybrid EV di:

Ingin Reservasi Sekarang?

Halo Domo Lovers 👋, reservasi sekarang juga untuk mendapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin ❤️

Related Posts